Wow! Wisata Paralayang Rejang Lebong Jadi Magnet Baru Pecinta Adrenalin!
Associatedgamer.com – Upaya kolaboratif antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong dan komunitas Wisata Paralayang berhasil membawa angin segar bagi dunia pariwisata lokal. Melalui event Open Tandem Paralayang ini. Rejang Lebong kini menjadi perbincangan hangat di berbagai media sosial dan disebut-sebut sebagai destinasi unggulan Sport Tourism di Sumatera. Langit biru yang dipenuhi parasut warna-warni di Danau Mas Harun Bastari (DMHB) menjadi bukti nyata bahwa pariwisata Rejang Lebong tengah naik kelas!
Read More : Musik Lokal! Band Indie Rejang Lebong Tembus Panggung Nasional, Siap Rilis Album Baru!
Promosi Wisata Efektif Lewat Sport Tourism
Kepala Dinas Pariwisata Rejang Lebong, Riki Irawan, S.Sos, M.Si. Ia menjelaskan bahwa kegiatan paralayang terbuka ini adalah bentuk promosi wisata yang sangat efektif. Selain meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, event ini juga menggerakkan roda ekonomi masyarakat sekitar. “Kami sedang merencanakan agar kegiatan paralayang ini menjadi event tahunan. Sport tourism terbukti mampu mendatangkan wisatawan dan membuka peluang ekonomi baru,” ujar Riki.
Pemerintah daerah pun berencana memperkuat infrastruktur menuju lokasi wisata. Mulai dari area parkir, fasilitas umum, hingga kolaborasi dengan pihak swasta dan komunitas olahraga udara untuk memperluas jangkauan event.
Langit Rejang Lebong Penuh Warna di Danau Mas Harun Bastari
Kegiatan Open Tandem Paralayang yang berlangsung dari 4 Oktober hingga 4 November mendatang menjadikan langit Danau Mas Harun Bastari (DMHB) sebagai pusat perhatian wisatawan. Tak hanya wisata udara, kawasan ini juga ramai oleh UMKM, pedagang kaki lima, dan penyedia jasa parkir yang menikmati efek domino ekonomi wisata.
Ketua Harian Komite Paralayang Indonesia Kabupaten Rejang Lebong, Ruly Sumanda, mengatakan bahwa kegiatan ini bukan hanya hiburan, tetapi juga bentuk nyata promosi wisata berbasis olahraga (sport tourism). “Sekarang wisatawan bisa menikmati sensasi melihat Curup dari udara. Antusiasme masyarakat sangat luar biasa,” ujarnya.
Spot Baru Paralayang di Bukit Basah Siap Digarap
Selain DMHB, tim paralayang juga melakukan survei di Bukit Basah, Kecamatan Curup Utara, yang berada di ketinggian 1.351 mdpl. Hasil survei menunjukkan bahwa area tersebut memiliki potensi besar sebagai lokasi baru untuk take off dan landing. “Arah anginnya ideal, dan pemandangannya luar biasa. Bukit Basah bisa jadi ikon paralayang selanjutnya,” tambah Ruly.
Survei ini melibatkan tim ahli dari Merapi Paragliding dan Dinas Pariwisata Rejang Lebong. Kedua Lokasi yaitu DMHB dan Bukit Basah akan menjadi dua destinasi unggulan wisata udara yang memperkuat identitas Rejang Lebong sebagai kota wisata alam dan petualangan di Bengkulu.
Sensasi Tak Terlupakan di Langit Rejang Lebong
Adinda (27), wisatawan asal Kota Bengkulu, membagikan pengalamannya setelah terbang tandem di DMHB. “Awalnya deg-degan banget, tapi setelah di atas malah pengin lagi! Pemandangannya indah banget, seperti lukisan hidup,” ujarnya sambil tersenyum.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah dan komunitas, Rejang Lebong kini menatap masa depan cerah sebagai surga sport tourism di Sumatera, tempat di mana keberanian, keindahan, dan promosi wisata berpadu di langit yang sama.