Budaya Membatik

Pengurus IGRA Rejang Lebong Kenalkan Budaya Membatik Sejak Usia Dini

Associatedgamer.com – Rejang Lebong, Bengkulu, Pengurus Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, memperkenalkan budaya membatik kepada santri Raudhatul Athfal (RA) atau setara Taman Kanak-kanak (TK). Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam menumbuhkan kecintaan terhadap budaya Indonesia sejak usia dini.

Read More : Sosial Kriminal! Angka Perceraian Di Rejang Lebong Meningkat Tajam Akibat Masalah Ekonomi Dan Judi Online!

Ketua IGRA Rejang Lebong, Purgianti, menjelaskan bahwa pengenalan membatik kepada anak-anak bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta dan kebanggaan terhadap warisan budaya bangsa. “Pengenalan budaya membatik kepada anak-anak ini dilakukan untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya Indonesia yang memiliki ciri khas tersendiri,” ujar Purgianti di Rejang Lebong, Senin (21/10).

Gerakan Nasional Membatik (Gernasratik) di Rejang Lebong

Kegiatan ini dilaksanakan melalui Gerakan Nasional Membatik (Gernasratik) yang digelar di rumah dinas Bupati Rejang Lebong. Sebanyak 420 santri RA se-Kabupaten Rejang Lebong bersama 420 wali murid ikut ambil bagian dalam kegiatan membatik tersebut. Acara ini menjadi momen bersejarah karena merupakan kegiatan pertama yang diselenggarakan di wilayah tersebut.

Purgianti menambahkan, kegiatan ini menjadi sarana belajar yang menyenangkan bagi anak-anak. Melalui proses membatik, anak-anak tidak hanya berkreasi, tetapi juga memahami nilai kesabaran, ketelitian, dan rasa cinta terhadap produk budaya bangsa.

Rencana Pengembangan Batik Khas Rejang Lebong

IGRA Rejang Lebong berencana menjadikan kegiatan Gernasratik sebagai agenda tahunan. Pada pelaksanaan berikutnya, mereka akan mengundang lebih banyak peserta dan mengusung batik khas Rejang Lebong, yaitu Batik Kaganga, sebagai identitas budaya daerah.

Baca juga: E-sport! Tim E-sport Mobile Legends Rejang Lebong Berhasil Juarai Turnamen Nasional!

Dukungan Pemerintah Daerah

Bupati Rejang Lebong, Muhammad Fikri, turut mengapresiasi kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa membatik bukan sekadar menggambar di atas kain, tetapi juga sarana pendidikan karakter. “Batik bukan hanya kain bergambar indah, melainkan warisan budaya yang harus kita jaga dan lestarikan. Melalui membatik, anak-anak belajar mencintai budaya Indonesia dengan cara kreatif dan menyenangkan,” ujarnya.

Fikri juga menekankan bahwa kegiatan seperti Gernasratik penting dalam membentuk karakter anak sejak usia dini. Dengan demikian, generasi muda Rejang Lebong diharapkan tumbuh menjadi generasi yang bangga terhadap budaya daerah dan nasionalnya.

Mantan Ketua DPRD Rejang Lebong Previous post Mantan Ketua DPRD Rejang Lebong Alami Luka Tusuk dan Sayatan di Leher, Pelaku Sudah Diamankan!
Next post Geger Sosial! Warga Rejang Lebong Resah Dengan Kemunculan Geng Motor Malam Hari!