Banjir Besar Rejang Lebong Bengkulu

Banjir Besar Rejang Lebong Bengkulu: 92 KK Terdampak, Jalan Utama ke Lebong Lumpuh Total!

associatedgamer.com – Banjir kembali melanda wilayah Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu. Sebanyak 92 Kepala Keluarga (KK) di Kelurahan Dusun Curup dan Desa Batu Dewa dilaporkan terdampak banjir yang terjadi pada Minggu dini hari (28/9/2025) sekitar pukul 02.30 WIB.

Read More : Rejang Lebong Curup

Genangan air tak hanya memasuki rumah warga, tetapi juga melumpuhkan akses jalan penghubung utama antara Kabupaten Rejang Lebong dan Kabupaten Lebong. Kondisi Banjir Besar Rejang Lebong Bengkulu membuat aktivitas warga terganggu, termasuk arus lalu lintas kendaraan yang sempat terhenti total.

Penyebab Banjir dan Kondisi di Lapangan

Pelaksana Harian (Plh) BPBD Provinsi Bengkulu, Khristian Hermansyah, menjelaskan bahwa hujan deras dengan intensitas tinggi menjadi penyebab utama meluapnya air sungai di sekitar kawasan tersebut. Debit air meningkat tajam hingga meluber ke permukiman warga.

“Hujan deras mengakibatkan luapan air sungai sehingga mengganggu aktivitas masyarakat dan melumpuhkan jalan utama penghubung Rejang Lebong–Lebong,” ujar Khristian, Minggu (28/9/2025).

Petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, serta aparat desa masih bersiaga di lokasi untuk membantu proses evakuasi dan pendataan korban terdampak. Hingga kini, tim masih memantau ketinggian air dan kondisi cuaca yang belum menunjukkan tanda-tanda membaik.

Lalu Lintas Terhenti dan Warga Diimbau Waspada

Akibat derasnya arus sungai, lalu lintas kendaraan di jalur utama Rejang Lebong–Lebong terhenti total. Sejumlah kendaraan dilaporkan terjebak antrian panjang di kedua arah.

BPBD mengingatkan warga untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya banjir susulan. Khristian juga menegaskan pentingnya tidak membuang sampah ke sungai dan saluran drainase, karena dapat memperparah luapan air saat hujan deras.

“Masyarakat diminta tetap waspada karena curah hujan diprediksi masih tinggi, serta menjaga kebersihan lingkungan agar aliran air tidak tersumbat,” tutup Khristian.

Baca juga: Bupati & Wamen Rencanakan Akses Publik Sekolah Garuda Perpustakaan Hingga Layanan Kesehatan

Upaya Pemerintah dan Harapan Warga

Pemerintah daerah bersama BPBD terus berkoordinasi dalam penyaluran bantuan logistik dan kebutuhan darurat bagi warga terdampak. Tenda evakuasi sementara juga telah disiapkan di lokasi aman bagi keluarga yang rumahnya terendam.

Sementara itu, warga berharap pemerintah segera memperbaiki drainase dan tanggul sungai agar banjir tidak kembali melanda setiap musim hujan. Upaya normalisasi aliran sungai menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko bencana di masa depan.

Kesimpulan

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kewaspadaan terhadap bencana hidrometeorologi sangat penting, terutama di wilayah rawan banjir seperti Rejang Lebong. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dibutuhkan untuk mencegah dampak lebih besar di masa mendatang.

Polda Bengkulu Previous post Polda Bengkulu Ungkap Kasus Pertalite Palsu, 3 Ton Minyak Mentah Disita dari Rejang Lebong!
Next post Voli! Tim Voli Putri Rejang Lebong Melaju Ke Babak Final Kejuaraan Tingkat Provinsi!