Tragis! Anak Tiri Habisi Ayah Gara-Gara Tak Diberi Uang!
associatedgamer.com – Ketenangan sore di Pasar Padang Ulak Tanding, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, mendadak pecah oleh peristiwa mengerikan yang menewaskan seorang pria bernama M. Bambang (46). Ia meregang nyawa setelah dianiaya oleh anak tirinya sendiri, Yogi Ardiyansah (27), hanya karena permintaan uang yang tak dikabulkan.
Read More : Hukuman Tegas! Bupati Rejang Lebong Pecat 2 Asn Yang Terbukti Terlibat Jaringan Narkoba!
Kejadian anak tiri habisi ayah ini terjadi pada Rabu, 15 Oktober 2025 sekitar pukul 17.55 WIB. Saat itu, korban sedang duduk santai di pangkalan ojek tak jauh dari lokasi pasar, sebelum pelaku tiba-tiba datang membawa balok kayu dan langsung menyerang dari belakang.
Kronologi Brutal, Balok Kayu Jadi Senjata Maut
Menurut keterangan AKP Sinar Simanjuntak, Kasi Humas Polres Rejang Lebong, pelaku datang secara tiba-tiba dan langsung menghantam kepala korban menggunakan balok kayu sebanyak dua kali.
“Korban sempat berusaha melarikan diri, namun terjatuh. Setelah itu, pelaku kembali memukul korban di bagian kepala hingga terkapar,” ungkap Sinar.
Akibat luka parah di kepala, korban dilarikan ke Puskesmas setempat. Namun karena kondisinya kritis, ia dirujuk ke RS Ar Bunda Lubuk Linggau. Sayangnya, nyawanya tidak tertolong saat dalam perawatan.
Baca juga: Infrastruktur! Proyek Jembatan Penghubung Desa Di Rejang Lebong Terbengkalai, Warga Protes Keras!
Motif Pembunuhan, Uang Jadi Pemicu Amarah
Motif pelaku terungkap cukup mengejutkan. Yogi nekat menghabisi nyawa ayah tirinya hanya karena tidak diberi uang. Rasa kesal dan emosi sesaat berubah menjadi tindakan keji yang berujung maut.
“Masalahnya sepele, hanya karena permintaan uang yang tak dipenuhi oleh korban,” tambah AKP Sinar.
Pelaku Ditangkap, Polisi Tetapkan Pasal Berat
Usai kejadian, pelaku berhasil diamankan oleh Polres Rejang Lebong dan kini tengah menjalani pemeriksaan intensif. Ia dijerat dengan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan, dengan ancaman pidana penjara hingga tujuh tahun apabila menyebabkan kematian. Polisi juga terus mendalami latar belakang hubungan antara korban dan pelaku, termasuk faktor emosional dan ekonomi yang memicu tindakan brutal tersebut.
Pelajaran dari Tragedi Keluarga
Kasus ini menjadi pengingat pahit bahwa emosi dan tekanan ekonomi bisa memicu tindakan fatal. Pemerintah daerah dan masyarakat diharapkan lebih peka terhadap kondisi sosial dan hubungan keluarga di sekitar mereka agar tragedi serupa tak kembali terulang.